Untitled Document
 
 
Mentor
Minggu, 08-01-2012 | 17:10 WIB

Sebagai drummer yang bertumbuh dan berkembang, mungkin tidak menjadi keharusan, tetapi alangkah baiknya jika kita memiliki mentor. Mentor punya makna yang menarik, dapat diartikan sebagai Seseorang yang berpengalaman dan dapat dipercaya sebagai penasehat”.

Tapi seringkali kita tidak menemukan figur yang baik untuk menjadi mentor. Mungkin alasannya karena kita tidak menemukan nya di lingkungan sosial kita yang menyebabkan kita kesulitan mencari figur yang bisa menjadi panutan, kita pandang, atau memberi nasehat terutama yang spesifik mengenai drumming life.

Ternyata, mentor dapat kita temukan dalam beberapa figur;

1. Role model

Dalam kamus diartikan sebagai ”Seseorang yang dilihat orang lain sebagai contoh untuk di tiru”.

Role model dapat berupa orang tua, guru, atau tokoh idola kita. Kita bisa belajar dari mereka mungkin tidak hanya dalam drumming melulu, tapi soal kehidupan, kegagalan/ kesuksesaan, cara menuju pencapaian, dsb.

Tokoh idola atau mungkin drummer idola sekarang juga sangat mudah untuk di jangkau, bisa follow akun twitter mereka, coba message lewat facebook atau sering browsing website. Tiru hal yang baik, pelajari hal yang buruk tapi jangan di ikuti, coba pahami cara berfikir mereka. Setiap kesuksesan berawal dari pola pikir yang unggul. Jika mereka sudah terlebih dulu sukses, berarti kita bisa coba belajar menyelami cara berfikir mereka agar pola pikir kita menjadi lebih matang. It’s all start with a right mind, a right understanding!

Jangan pernah berharap role model itu sempurna dalam segala hal. Yang sempurna ya cuma Tuhan J dan anyway, kalo kita meniru semua hal dari role model kita (baik atau buruk) kita akan gagal 2 kali; 1 gagal karena menjadi seperti role model, karena kondisi kehidupan setiap orang berbeda. 2 gagal karena kita tidak menjadi yang terbaik dari diri kita sendiri, menyalahi design kita sebagai identitas yang utuh.

Kalo kita plek niru orang lain, itu namanya plagiator, dan parah nya lagi kita menjadi figur yang kurang kepribadian.

2. Sparing partner

Ini sebenarnya istilah Tinju. Yaitu partner kita dalam berlatih. Dalam kehidupan sehari-hari dapat di identikan sebagai orang yang se-level dengan kita. Kita dapat belajar bersama.

Sparing partner adalah kawan kita dalam menuju suatu pencapaian. Kadang kita menemukan persamaan, kadang perbedaan dan itu membuat pemikiran kita lebih dalam ketika menilai sesuatu. Kita bisa sharing dengan sparing partner, saling menguatkan, bertukar pikiran dan merangkul.

Jika kita mempunyai sparing partner, biasanya kita akan “ber-kompetisi”, kompetisi yang sehat kadang diperlukan agar kita punya barometer untuk sukses, memacu semangat, kompetisi yang sehat memotivasi kita untuk terus berlatih dan maju.

3. Orang yang level nya “di bawah” kita

Kita dapat melihat banyak juga golongan ini. Mereka yang baru memulai sesuatu (contoh: baru mulai belajar drum) atau mereka yang kurang beruntung.

Mereka yang baru memulai sesuatu dapat kita bimbing. Beri contoh dan nasehat yang baik. Kita juga dapat meng-analisa keberhasilan maupun kegagalan kita dengan melihat mereka.

Mereka yang kurang beruntung; menjadi motivasi kita untuk lebih maju, kita harus lebih bersyukur jika kita diberi berkat lebih atau talenta lebih. Sadari bahwa jika kita mengenal mereka, sebenarnya kita ditempatkan Tuhan untuk membantu mereka.

Untuk orang yang level nya “di bawah” kita, jadilah figur yang menaungi dan membantu. In the end, kita bisa belajar menjadi MENTOR bagi orang lain.

 
Untitled Document
Untitled Document
 
Home | About Us | Gallery | Links | Join Us | Blog | Contact Us | Official Merchandise | DFJ Artist | DFJ Video | Download